Rabu, 25 Oktober 2017

Pengembangan Rencana Bisnis Informatika: (1) Regulasi dan Prosedur Pendirian Perusahaan

1.1   Bentuk-bentuk Badan Usaha

·         Perusahaan Perseorangan (Proprietorship)
·         Perusahaan Kemitraan / Partnership (Firma, CV)
·         Korporasi / corporation 

Perusahaan Perseorangan adalah bisnis yang dimiliki oleh seorang Pemilik 
Keuntungan:
·         Semua laba hanya untuk pengusaha
·         Pengendalian seutuhnya
·         Organisasi sederhana
·         Pajak rendah 

Kerugian:
·         Bertanggung jawab atas semua kerugian
·         Dana terbatas
·         Ketrampilan terbatas
·         Tanggung jawab tidak terbatas 

Perusahaan Kemitraan/Partnership
 Keuntungan : 
·         Dana tambahan
·         Kerugian ditanggung bersama
·         Lebih ada spesialisasi 

Kerugian :
·         Berbagi pengendalian
·         Tanggung jawab tidak terbatas
·         Berbagi laba 

Korporasi
 Keuntungan : 
·         Tanggung jawab terbatas
·         Akses terhadap modal
·         Transfer kepemilikan 

Kerugian :
·         Biaya keorganisasian tinggi
·         Transparansi publik
·         Masalah keagenan
·         Pajak tinggi  
 Tabel 1 Perbandingan Bentuk Bisnis

BUMN
·         Badan Usaha yang sebagian besar sahamnya dimilik oleh Negara
·         Kekayaan dipisahkan berdasarkan peraturan pemerintah

Karaktersitik BUMN
·         Usahanya bersifat membantu pemerintah, dalam membangun fasilitas publik
·         Menghasilkan barang karena pertimbangan, keamanan dan kerahasiaan harus dikuasai Negara
·         Melaksanakan kebijakan strategis pemerintah
·         Tujuan melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat
·         Usaha bersifat komersil dan fungsinya dapat dilakukan swasta

Koperasi
·         Pemilik adalah anggota sekaligus pelanggan
·         Kekuasaan tertinggi ada pada RAT (Rapat Anggota Tahunan)
·         Satu anggota adalah satu suara
·         Organisasi diurus secara demokratis
·         Kumpulan individu
·         Manajemen bersifat terbuka

1.2   Prosedur dan legalitas pendirian usaha.

Mengapa Mendirikan Badan Usaha ?

1.       Untuk Hidup
2.       Bebas dan tidak terikat
3.       Dorongan Sosial
4.       Mendapat Kekuasaan
5.       Melanjutkan Usaha Orang Tua

Faktor-faktor yang Harus Dihadapi Dalam Pendirian Badan Usaha
1.       Barang dan Jasa yang akan dijual
2.       Pemasaran barang dan jasa
3.       Penentuan harga
4.       Pembelian
5.       Kebutuhan Tenaga Kerja
6.       Organisasi intern
7.       Pembelanjaan
8.       Jenis badan usaha yang akan dipilih, dll

Badan Hukum Sebuah Perusahaan
·         Sebuah Usaha yang dilindungi oleh hukum dan perundang-undangan yang berlaku pada suatu Negara
·         Memiliki hak dan kewajiban kepada Negara

Proses Pendirian Badan Usaha
·         Mengadakan rapat umum pemegang saham
·         Dibuatkan akte notaris (nama-nama pendiri, komisaris, direksi, bidang usaha, tujuan perusahaan didirikan)
·         Didaftarkan di pengadilan negeri (dokumen : izin domisili, surat tanda daftar perusahaan (TDP), NPWP, bukti diri (identitas pribadi) pendiri)
·         Diberitahukan dalam lembaran negara (legalitas dari Kementerian Kehakiman)

Studi Kasus: Proses Pendirian CV (Persekutuan Komanditer / Commanditaire Vennotschaap)
Tahap 1: Pembuatan Akta Pendirian CV
1.       Akta Pendirian CV dibuat dan ditandatangani oleh Notaris yang berwenang dan dibuat dalam bahasa Indonesia
2.       Persyaratan: Fotokopi KTP para pendiri Perseroan
3.       Lama proses; 1-2 (satu-dua) hari kerja

Tahap 2: Surat Keterangan Domisili Perusahaan
1.       Permohonan surat keterangan domisili perusahaan diajukan kepada Kepala Kantor Kelurahan setempat sesuai dengan alamat kantor perusahaan berada, sebagai bukti keterangan/keberadaan alamat perusahaan,
2.       Persyaratan lain yang dibutuhkan;
a.       Fotokopi kontrak/sewa tempat usaha atau bukti kepemilikan tempat usaha
b.      Surat keterangan dari pemilik gedung apabila bedomisili di gedung perkantoran/pertokoan
c.       Fotokopi PBB-pajak bumi dan bangunan tahun terakhir sesuai tempat usaha untuk perusahaan yang berdomisili di RUKO/RUKAN
3.       Lama proses; 2 (dua) hari kerja setelah permohonan diajukan

Tahap 3: Nomor Pokok Wajib Pajak
1.       Permohonan pendaftaran wajib pajak badan usaha diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan keberadaan domisili perusahaan untuk mendapatkan;
a.       Kartu NPWP
b.      Surat keterangan tedaftar sebagai wajib pajak
2.       Persyaratan;
a.       Melampirkan bukti PPN atas sewa gedung
b.      Melampirkan bukti pelunasan PBB-pajak bumi banguan
c.       Melampirkan bukti kepemilikan atau bukti sewa/kontrak tempat usaha
3.       Lama proses; 2-3 (dua-tiga) hari kerja setelah permohonan diajukan

Tahap 4: Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SP-PKP)
1.       Permohonan untuk dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan NPWP yang telah diterbitkan.
2.       Persyaratan;
a.       Melampirkan bukti PPN atas sewa gedung
b.      Melampirkan bukti pelunasan PBB-pajak bumi banguan
c.       Melampirkan bukti kepemilikan atau bukti sewa/kontrak tempat usaha
3.       Lama Proses; 3-5 (tiga-lima) hari kerja setelah permohonan diajukan

Tahap 5: Pendaftaran ke Pengadilan Negeri
1.       Permohonan ini diajukan kepada Kantor Pengadilan Negeri setempat sesuai tempat dan kedudukan perusahaan berada.
2.       Persyaratan lain yang dibutuhkan;
a.       Melampirkan NPWP
b.      Salinan akta pendirian CV
3.       Lama proses; 1 (satu) setelah permohonan diajukan

Tahap 6: Surat Izin Usaha Perdagangan
1.       Permohonan SIUP diajukan kepada Dinas Perdagangan Kota/Kabupaten untuk golongan SIUP menengah dan kecil, atau Dinas Perdagangan Propinsi untuk SIUP besar sesuai dengan tempat kedudukan perusahaan berada.
2.       Persyaratan lain yang dibutuhkan;
a.       SITU/HO untuk jenis kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan adanya SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan
b.      Photo direktur utama/pimpinan perusahaan (3x4) sebanyak 2 (dua) lembar
3.       Lama Proses; 14 (empat belas) hari kerja untuk SIUP Menengah/Kecil dan 30 (tigapuluh) hari kerja untuk SIUP besar

Tahap 7: Tanda Daftar Perusahaan
1.       Permohonan pendaftaran diajukan kepada Pendaftaran Perusahaan yang berada di Kota/Kabupaten cq. Dinas Perdagangan.
2.       Bagi perusahaan yang telah terdaftar akan diberikan sertifikat Tanda Daftar Perusahaan sebagai bukti bahwa Perusahaan/Badan Usaha telah melakukan Wajib Daftar Perusahaan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.37/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Perusahaan
Lama Proses; 14 (empatbelas) hari kerja setelah permohonan diajukan

Sabtu, 07 Oktober 2017

3 Perusahaan di Indonesia (Review)

Pada postingan kali ini akan kit review 3 perusahaan di Indonesia yaitu PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk., PT Surya Citra Medika Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia. Di dalamnya akan dibahas tentang bidang bisnis, wilayah bisnis, jumlah kayawan, dan besar omset per tahunnya.

11.       PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Sejarah
Perkembangan pembukaan minimarket di sejumlah wilayah di Indonesia memang begitu cepat. Kedua pemain jaringan minimarket yang selalu berhadapan itu adala Alfamart dan Indomaret. Alfamart yang dimiliki oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk ini sudah memiliki 3500 gerai yang buka di berbagai wilayah di Indonesia terutama di tengah-tengah perkampungan, kompleks perumahan dan bahkan hingga ke desa-desa. Banyaknya jumlah gerai yang buka tentu saja berbanding lurus dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.
Dalam setiap satu gerai Alfamart setidaknya butuh 8 sampai 10 karyawan. Dengan 3500 gerai itu artinya Alfamart bisa membuka pekerjaan untuk sekitar 35 ribu orang. Lowogan pekerjaan di Alfamart bukan hanya yang mengurusi gerai saja, di bagian gudang dan bagian kantor pun banyak dibutuhkan. Lalu berapa sih besara gaji pegawai Alfamart ini? Tergantung dari posisi yang dipegang, namun yang pasti di atas UMR.
2015
  • 11.000+ gerai beroperasi / 11,000+ stores in operation 
  • Mendirikan Anak Perusahaan PT Sumber Trijaya Lestari (Alfaonline) yang bergerak di bidang perdagangan eceran melalui internet / Establishing Subsidiaries PT Sumber Trijaya Lestari (Alfaonline) which engage in retail trading by internet (share ownership 99.90%)
  • Penawaran Umum Saham Terbatas tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu / New Share Issue Without Pre-Emptive Rights 2,910,248,800 shares
  • Rebranding logo Alfamart dan brand essence "Thoughtfully Smart" / Rebranding Alfamart Logo and brand essence "Thoughtfully Smart"
  • Penawaran Umum Berkelanjutan I Oblilgasi Berkelanjutan Sumber Alfaria Trijaya Tahap II / Public Offering of Continuous Bond I Sumber Alfaria Trijaya Phase II
  • Memasuki Pasar Batam / Entry to Batam market
2014
  • 9.800+ gerai beroperasi / 9,800 + stores in operation
  • Usaha Patungan melalui Alfamart Retail Asia Pte.Ltd. mendirikan Alfamart Trading Philipines Inc. di Filipina / Joint venture via Alfamart Retail Asia Pte. Ltd., founded Alfamart Trading Philippines Inc. in the Philippines
  • Penawaran Umum Berkelanjutan I Obligasi Berkelanjutan Sumber Alfaria Trijaya I / Public Offering of Continuous Bonds I Sumber Alfaria Trijaya Phase I
  • Penawaran Umum Saham Terbatas tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu / New Share Issue without Pre-Emptive Rights 864,705,900 shares (share swap with Lawson)
  • Akuisisi 30% saham PT Midi Utama Indonesia Tbk / Acquisition 30% capital stock of PT Midi Utama Indonesia Tbk. shares accordingly total ownership became 86.72%   (share swap with Lawson)
  • Pengembangan gudang di Karawang, Lombok, Kotabumi dan Rembang / Development of warehouses in Karawang, Lombok, Kotabumi and Rembang
  • Relokasi gudang Serpong ke Parung / Relocation of Serpong warehouse to Parung
  • Memasuki pasar Pontianak, Manado dan Filipina / Entry into Pontianak, Manado and Phililpines markets
2013
  • 8.500+ gerai beroperasi / 8,500+ stores in operation
  • Akuisisi tambahan saham PT Midi Utama Indonesia Tbk / Acquiring additional shares of PT Midi Utama Indonesia Tbk (share ownership 56.72%)
  • Perubahan nilai nominal saham dari Rp100 menjadi Rp10 per saham / Stock split of share nominal value Rp100 to Rp10 per share
  • Mendirikan Anak Perusahaan Alfamart Retail Asia Pte. Ltd / Establishment of Subsidiary Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (share ownership 100%)
  • Memasuki pasar Jambi, Pekanbaru dan Banjarmasin / Entry into Jambi, Pekanbaru and Banjarmasin market
2012    
  • 7.000+ gerai beroperasi / 7,000+ stores in operation
  • Memasuki pasar Medan / Entry to Medan market
  • Mendirikan Anak Perusahaan PT Sumber Indah Lestari bergerak di bidang kesahatan dan kecantikan / Establishment of Subsidiary engaging in health and beauty PT Sumber Indah Lestari (share ownership 65%)
  • Soft Launching "Alfaonline" untuk wilayah Tangerang / Soft launching "Alfaonline" (online shopping) Tangerang area
2011
  • 5.700+ gerai beroperasi / 5,700+ stores in operation
  • Memasuki pasar Palembang / Entry to Palembang market
 2010
  • 4.800+ gerai beroperasi / 4,800+ stores in operation
  • Struktur kepemilikan / Shareholders structure ; Sigmantara Alfindo (74.66%) and Public (25.34%)‏
  • Memasuki pasar Makassar / Entry to Makassar market
2009
  • 3.300+ gerai beroperasi / 3,300+ stores in operation
  • Penawaran  Umum Saham Perdana di Bursa Efek Indonesia / Initial Public Offering and listing in Indonesia Stock Exchange
  • Memasuki pasar Bali / Entry to Bali market
2007
  • 2.700+ gerai beroperasi / 2,700+ stores in operation
  • Memasuki pasar Lampung / Entry to Lampung market
2006
  • PT HM Sampoerna menjual sahamnya / PT HM Sampoerna Tbk sold its shares; Shareholders structure : PT Sigmantara Alfindo (60%) and PT Cakrawala Mulia Prima (40%)‏.
2002
  • Mengakuisisi 141 gerai Alfa Minimart dan berganti nama menjadi "Alfamart" / Acquisition of 141 Alfa Minimart store and rename as "Alfamart"
1999
  • Alfa Minimart pertama mulai beroperasi di Jl. Beringin Raya Karawaci, Tangerang, Banten / The first Alfa Minimart, located at Jl. Beringin Raya, Karawaci, Tangerang, Banten, commenced operation
1994
  • Perubahan kepemilikan / Ownership restructuring: PT HM Sampoerna (70%) and Djoko Susanto Family (30%)‏
1989
  • Didirikan sebagai Perusahaan dagang aneka produk oleh Djoko Susanto dan Keluarga / Founded as multiproduct trading company by Djoko Susanto and family
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian










2.       PT. Surya Citra Media Tbk.
Sejarah
PT Surya Citra Media Tbk dibentuk pada tanggal 29 Januari 1999 untuk beroperasi sebagai perusahaan induk untuk layanan multimedia dan juga jasa konsultasi di bidang media dan bisnis terkait. Namun, tujuan utama di balik penciptaannya adalah memperluas cakrawala PT Surya Citra Televisi (SCTV), salah satu stasiun penyiaran TV terbesar di Indonesia, hari ini.
Sebagai perusahaan penyiaran media, SCTV dilarang oleh hukum untuk beroperasi semata-mata dan eksklusif sebagai perusahaan penyiaran yang dilisensikannya. Namun, prospek bisnis grup layanan multimedia terpadu cukup menjanjikan untuk diabaikan.
Oleh karena itu, pembentukan SCM menandakan kemunculan kelompok multimedia yang sangat prospektif dengan peluang pertumbuhan jangka panjang. SCM kemudian mengakuisisi 100% saham SCTV selama periode antara November 2001 dan April 2002, dan go public pada bulan Juli 2002.

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian








33.       PT Bank Rakyat Indonesia

Sejarah
Sejarah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI", "Bank", atau "Perseroan") dimulai pada tahun 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah, oleh Raden Aria Wiriatmaja, yang semula mengelola uang masjid, untuk didistribusikan ke masyarakat menggunakan skema sederhana. Sepanjang sejarah, berbagai nama telah melekat pada BRI, dimulai dengan "Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren", Hulpen Spaarbank der Indlandsche Bestuurs Ambtenareen, Syomin Ginko, dan akhirnya, secara resmi didirikan sebagai Bank Rakyat Indonesia pada tanggal 18 Desember 1968 berdasarkan Hukum No. 21 Tahun 1968.
Pada tahun 1992, BRI mengubah status hukumnya menjadi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 Tahun 1992 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, yang sekarang berada di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 November 2003, dengan saham kode BBRI Pada tahun 2007, BRI melakukan langkah strategis dengan mengakuisisi Bank Artha Services (BJA), yang kemudian dikonversi menjadi PT Bank BRISyariah. Unit Bisnis Syariah BRI kemudian dipecah dari BRI dan bergabung ke PT Bank BRISyariah (BRI Syariah) pada tanggal 1 Januari 2009.
Sejak berdirinya, BRI secara konsisten berfokus pada usaha mikro, kecil dan menengah (UKM), dan menjadi pelopor keuangan mikro di Indonesia. Bank mempertahankan komitmennya hingga saat ini, dan dengan dukungan dari pengalamannya dalam memberikan layanan perbankan, khususnya di segmen UKM, BRI telah mampu mencatat pencapaian bank yang paling menguntungkan dalam 11 tahun berturut-turut. Prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan BRI yang terus berinovasi dan mengembangkan produk dan layanan perbankan untuk semua segmen bisnis.
Melalui inovasi, BRI mampu merespon setiap perkembangan di masyarakat dan dunia usaha. Salah satunya adalah pengembangan teknologi. BRI adalah yang pertama memberikan swalayan perbankan di Indonesia melalui BRI Hybrid Banking di tahun 2013.
BRI juga membawa layanan perbankan berbasis teknologi ke setiap penjuru negeri, bahkan ke pulau-pulau kecil di nusantara. Pada tahun 2015, BRI meluncurkan Teras BRI Kapal, layanan perbankan terapung laut pertama di dunia. Kemudian, pada tahun 2016, sebuah sejarah baru dibuat. Pada tanggal 18 Juni 2016 18:38 waktu Kourou, Guyana Prancis, BRI meluncurkan BRIsat, menjadikannya bank pertama di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelitnya sendiri.
Pengadaan satelit ini merupakan bagian dari rencana strategis BRI untuk memperkuat infrastruktur pendukung layanan digital masa depan, yang dapat menawarkan teknologi perbankan berkualitas dari pusat kota ke pelosok negeri.
Guna memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah, BRI meningkatkan jumlah mesin ATM hingga 24.292 unit serta jumlah EDC sebanyak 257.712 unit. Jaringan E-channel yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan bukti konsistensi BRI dalam mencapai yang kemudian tidak terjangkau.
BRI terus memperluas jaringannya. Untuk memperkuat eksistensi bisnisnya di arena global, BRI membuka unit luar negeri. Pada tahun 2015, BRI membuka kantor cabang luar negeri di Singapura, mengikuti unit luar negeri yang ada, seperti BRI New York Agency, Cabang BRI Cayman Island, Kantor Perwakilan Hong Kong, dan BRI Remittance Hong Kong.
Untuk mengatasi pertumbuhan pasar dan beragamnya kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan perbankan, BRI menjabarkan segmen bisnisnya menjadi: Bisnis Mikro dan Program, Bisnis Ritel, Bisnis Korporasi, Bisnis Internasional, Perbendaharaan dan Jasa Penunjang Pasar Modal, serta anak perusahaan yang fokus pada bisnis Perbankan Syariah, Agribisnis, Remitansi, Asuransi dan Pembiayaan.
Perincian BRI terhadap segmen pembiayaan menjadi lebih terlihat pada tahun 2016, karena BRI menambahkan anggota baru melakukan bisnis multifinance dengan meningkatkan penyertaan modal di PT BTMU-BRI Finance dari 45% menjadi 99% sehingga BRI menjadi pemegang saham pengendali. Setelah menyelesaikan proses ini, PT BTMU BRI Finance kemudian berganti nama menjadi PT BRI Multifinance Indonesia.
Setiap aksi korporasi dan rencana kerja merupakan bagian dari usaha BRI dalam memberikan layanan perbankan yang lengkap kepada nasabahnya, terutama sektor UKM. Dengan hadirnya BRIsat, BRI sekarang bisa memaksimalkan layanan perbankan digitalnya. Sejumlah inisiatif digital untuk UKM telah beroperasi pada 2016, mulai dari pengembangan Teras BRI Digital, e-Pasar, satu juta program domain gratis untuk UKM, dan peluncuran ruang kerja bersama. Semua inisiatif untuk UKM dilakukan untuk menciptakan UMKM yang unggul di era ekonomi digital.
Ke depan, dengan identitas dan pengalaman lebih dari 11 tahun di bidang keuangan, BRI akan memberikan layanan perbankan terbaik di Indonesia untuk semua pihak. BRI juga akan terus bergandengan tangan dengan UKM Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas mereka menjadi juara regional dan pada akhirnya layanan perbankan BRI akan terus mendorong ekonomi nasional dan membawa kemakmuran yang lebih besar bagi negara ini.

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian












Senin, 23 Januari 2017

Penutup (Buku GDG Chart)

KESIMPULAN

Setelah menuliskan mengenai diagram yang telah dibuat pada buku ini yaitu Gantt Chart, Donut Chart dan juga Gauge Chart namun ketiga grafik ini tujuannya sama-sama berfungsi untuk membuat suatu bagan atau diagram tetapi pada Gantt Chart grafik yang dibuat adalah untuk mengukur estimasi waktu dalam pembuatan bangunan misalnya dan grafik yang ditampilkan seperti diagram batang yang mengarah ke samping dengan waktu yang telah ditentukan, sementara Donut Chart adalah untuk mengukur populasi di suatu tempat misalnya dan grafik yang ditampilkan yaitu berbentuk sebuah lingkaran yang terdapat jumlah persentase populasi yang telah diperoleh, sedangkan Gauge Chart adalah untuk mengukur suatu jarak dan kecepatan yang tampilannya sama seperti speedometer pada kendaraan.

SARAN

Demikianlah pokok bahasan yang terdapat pada buku ini yang dapat penulis paparkan. Semoga buku ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak terutama bagi mahasiswa. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan agar buku ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Contoh Kasus Pemanfaatan Perangkat Lunak (Buku GDG Chart)

Berikut ini merupakan beberapa contoh kasus dalam membuat GDG chart, baik itu dari perangkat lunak berbasis web atau perangkat lunak yang hanya tinggal memasukkan data.

Contoh Kasus Pembuatan Gantt Chart dengan Google Chart

Definisi gantt chart sebelumnya sudah di jelaskan di dalam BAB 2 disini merupakan bab untuk memberikan gambaran mengenai contoh kasus dalam gantt chart, gantt chart digunakan untuk membantu perencanaan sebuah proyek, untuk membuatnya langkah pertama adalah tentukan proyek apa yang ingin di simulasikan, jika sudah gunakan aplikasi Google Chart untuk membuat chart tersebut. Dibawah ini merupakan contoh kasus yang sudah dibuat oleh kelompok kami, contoh kasus ini yaitu Pembangunan Rumah.

Kasus

Terdapat sebuah proyek untuk membangun sebuah rumah. Dimana proyek tersebut harus selesai di bulan ke-9, untuk itu dibutuhkan penjadwalan proyek yang benar supaya tidak terjadi keterlambatan waktu dari yang diinginkan. Berikut ini adalah deskripsi dari proyek tersebut:

1. Proyek ini terdiri dari tujuh aktivitas umum, seperti mendesain rumah, meletakkan fondasi, memesan material, dan sebagainya.

2. Aktivitas pertama yang harus dilakukan adalah “mendesain rumah dan mendapatkan pendanaan”, dan penyelesaiannya membutuhkan waktu 3 bulan.

3. Setelah aktivitas pertama selesai, dua aktivitas berikutnya, “meletakkan fondasi” serta “memesan dan menerima material” dapat dimulai secara bersama-sama. Set aktivitas ini menggambarkan hubungan preseden bekerja; mendesain rumah dan pendanaan harus mendahului kedua aktivitas berikutnya.

4. Penyelesaian aktivitas “meletakkan fondasi” membutuhkan waktu 2 bulan, jadi aktivitas ini akan diselesaikan, paling cepat, pada akhir bulan ke-5.

5. Penyelesaian aktivitas “memesan dan menerima material” membutuhkan waktu 1 bulan, dan aktivitas ini dapat diselesaikan setelah bulan ke-4

6. Setelah aktivitas “meletakkan fondasi” telah selesai, maka dapat dilanjutkan dengan aktivitas “membangun rumah” dan “memilih cat”, kedua aktivitas ini dimulai secara bersama-sama.

7. Penyelesaian aktivitas “membangun rumah” membutuhkan waktu 3 bulan, jadi aktivitas ini akan selesai setelah bulan ke-8.

8. Penyelesaian aktivitas “memilih cat” membutuhkan waktu 1 bulan, dan aktivitas ini dapat diselesaikan setelah bulan ke -6.

9. Setelah aktivitas “memilih cat” selesai aktivitas “memilih karpet” dapat dimulai saat aktivitas “membangun rumah” masih berjalan.

10. Penyelesaian aktivitas “memilih karpet” membutuhkan waktu 1 bulan, dan akan selesai pada bulan ke-7.

11. Setelah aktivitas “membangun rumah” telah selesai, aktivitas “menyelesaikan pekerjaan” dapat dimulai.

12. Penyelesaian aktivitas “menyelesaikan pekerjaan” membutuhkan waktu 1 bulan, dan aktivitas ini akan selesai setelah bulan ke-9.

13. Aktivitas “memesan dan menerima material”, “memilih cat”, dan “memilih karpet” memiliki kekenduran waktu karena aktivitas tersebut bisa diundur selama tidak melebih aktivitas lainnya yang sudah dijadwalkan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, untuk membuat sebuah diagram di Google Chart menggunakan HTML dan Javascript. Berikut ini adalah kodingan yang digunakan untuk membuat penjadwalan membangun sebuah rumah menggunakan Gantt Chart dengan Google Chart.

HTML

//digunakan untuk memanggil type text yang digunakan adalah javascript
https://www.gstatic.com/charts/loader.js
//sintaks ini merupakan fungsi pemanggil dengan nama chart_div yang nantinya akan memanggil chart tersebut di java script

JAVASCRIPT

//mengambil package gantt chart dari library google chart google.charts.load(‘current’, {‘packages’:[‘gantt’]});
//memanggil package drawchart dari library google chart
google.charts.setOnLoadCallback(drawChart);
//fungsi utama dari program ini dengan nama drawChart
function drawChart() {
//method untuk memanggil visualisasi dari DataTable
var data = new google.visualization.DataTable();
//menambah kolom Task ID
data.addColumn(‘string’, ‘Task ID’);
//menambah kolom Task Name
data.addColumn(‘string’, ‘Task Name’);
//menambah kolom Resource
data.addColumn(‘string’, ‘Resource’);
//meNambah kolom Start Date
data.addColumn(‘date’, ‘Start Date’);
//menambah kolom End Date
data.addColumn(‘date’, ‘End Date’);
//menambah kolom Duration
data.addColumn(‘number’, ‘Duration’);
//menambah kolom Percent Complete
data.addColumn(‘number’, ‘Percent Complete’);
//Menambah kolom Dependencies
data.addColumn(‘string’, ‘Dependencies’);
//menambah baris, sintaks setelah ini merupakan data dari projek yang inign kita simulasikan seperti lama durasi nama projek dll
data.addRows([
//mendesain rumah merupakan Task ID,
Mendesain Rumah dan Mendapatkan Pendanaan merupakan Task Name,
desain rumah merupakan resource
[‘mendesainrumah’, ‘Mendesain Rumah dan Mendapatkan Pendanaan’,
‘desainrumah’,
//new Date(2016, 5, 1)
digunakan untuk menentukan waktu awal dimulainya projek,
new Date(2016, 8, 5) digunakan untuk
menentukan waktu berakhirnya projek,
100 untuk menentukan percent done
new Date(2016, 5, 1), new Date(2016, 8, 5),
null, 100, null],
//meletakanfondasi merupakan Task ID, Meletakkan
Fondasi merupakan Task Name,
fondasi merupakan resource
[‘meletakanfondasi’, ‘Meletakkan Fondasi’, ‘fondasi’,
//new Date(2016, 8, 6) digunakan untuk
menentukan waktu awal dimulainya projek,
new Date(2016, 10, 20) digunakan untuk
menentukan waktu berakhirnya projek,
100 untuk menentukan percent done
new Date(2016, 8, 6), new Date(2016, 10, 20), null, 100, null],
//memesanmaterial merupakan Task ID,
Memesan dan Menerima Material merupakan Task Name,
material merupakan resource
[‘memesanmaterial’, ‘Memesan dan Menerima Material’, ‘material’,
//new Date(2016, 8, 6) digunakan untuk menentukan
waktu awal dimulainya projek, new Date(2016, 9, 20)
digunakan untuk menentukan waktu berakhirnya projek,
100 untuk menentukan percent done
new Date(2016, 8, 6), new Date(2016, 9, 20), null, 100, null],
//membangunrumah merupakan task ID,
Membangun Rumah merupakan Task Name, bangun rumah merupakan resource
[‘membangunrumah’, ‘Membangun Rumah’, ‘bangunrumah’,
//new Date(2016, 10, 21) digunakan untuk
menentukan waktu awal dimulainya projek,
new Date(2016, 12, 21) digunakan untuk
menentukan waktu berakhirnya projek,
50 untuk menentukan percent done
new Date(2016, 10, 21), new Date(2016, 12, 21), null, 50, null],
//memilihcat merupakan task ID,
Memilih Cat merupakan Task Name, cat merupakan resource
[‘memilihcat’, ‘Memilih Cat’, ‘cat’,
//new Date(2016, 10, 21) digunakan untuk menentukan
waktu awal dimulainya projek, new Date(2016, 11, 21)
digunakan untuk menentukan waktu berakhirnya projek,
100 untuk menentukan percent done
new Date(2016, 10, 21), new Date(2016, 11, 21), null, 100, null],
//memilihkarpet merupakan task ID, Memilih Karpet merupakan Task Name,
karpet merupakan resource
[‘memilihkarpet’, ‘Memilih Karpet’, ‘karpet’,
//new Date(2016, 11, 21) digunakan untuk menentukan
waktu awal dimulainya projek, new Date(2016, 12, 25)
digunakan untuk menentukan waktu berakhirnya projek,
50 untuk menentukan percent done
new Date(2016, 11, 21), new Date(2016, 12, 25), null, 50, null],
//pekerjaanselesai merupakan task ID, Menyelesaikan Pekerjaan
merupakan Task Name, selesai merupakan resource
[‘pekerjaanselesai’, ‘Menyelesaikan Pekerjaan’, ‘selesai’,
//new Date(2016, 12, 21) digunakan untuk menentukan
waktu awal dimulainya projek, new Date(2017, 1, 20)
digunakan untuk menentukan waktu berakhirnya projek,
10 untuk menentukan percent done
new Date(2016, 12, 21), new Date(2017, 1, 20), null, 10, null], ]);
//sintaks ini digunakan untuk tampilan dari chartnya
var options = {
height: 1000,
gantt: {
trackHeight: 30 }};
var chart = new
google.visualization.Gantt(document.getElementById(‘chart_div’));
chart.draw(data, options); }


Berikut ini tampilan dari chart yang telah dibuat menggunakan html dan javascript.
gantt-chart-1 
Pembuatan Gantt Chart Menggunakan Google Chart

Penyelesain Kasus

Gambar di atas merupakan output dari kodingan yang telah dijelaskan diatas, output didasarkan atas waktu mulai pekerjaan dan waktu selesai pekerjaan, diatas tertera start point berada di mendesain rumah dan mendapatkan pendanaan karena itu merupakan hal yang wajib dan sangat penting dalam melakukan suatu proyek pembangunan sebuah rumah, jika rumah sudah di desain dan dana sudah di dapatkan rencana selanjutnya adalah meletakkan fondasi dan memesan material, kedua pekerjaan itu dimulai bersamaan, karena untuk melakukan peletakan fondasi harus menggali lubang dan sebagainya, jadi material harus sudah dipesan pada saat melakukan pembuatan fondasi.

Lalu masuk ke pembangunan rumah pembangunan rumah berjalan bersamaan dengan memilih cat tetapi membangun rumah berjalan lebih lama di banding memilih cat hal, memilih karpet dimulai setelah memilih cat selesai, hal ini dimaksudkan agar pada saat pembangunan rumah selesai rumah dapat langsung di cat dan di desain. langkah selanjutnya dalah finishing dimana menyelesaikan pekerjaan ini merupakan seperti hal memecat rumah memasang karpet dan lain-lain.

gantt-chart-2 
Penjelasan Pekerjaan

Pada gambar di atas apabila kita mengarahkan cursor ke chart-nya maka akan terdapat beberapa penjelasan mengenai projek tersebut.

gantt-chart-3 
Critical Path

Gambar di atas merupakan keterangan dari task name menyelesaikan pekerjaan, dimana task tersebut merupakan critical path atau titik kritis dari proyek ini. Dimana titik kritis merupakan arti bahwa pada tugas tersebut tidak boleh terlambat.

4.2 Contoh Kasus Pembuatan Gantt Chart dengan SmartSheet

Sebelumnya kita sudah membuat sebuah Gantt chart menggunakan Google Chart sekarang kita mencoba untuk membuat sebuah chart menggunakan smartsheet, smartsheet sebelumnya sudah di jelaskan pada bab 3 disini kita coba gunakan contoh kasus yang lainnya dengan menggunakan aplikasi Smartsheet, smartsheet dapat digunakan di google drive, disini kami akan menjelaskan bagaimana membuat sebuah gantt chart di smartsheet.

Langkah pertama adalah buka aplikasi smartsheet yang bisa anda akses via google drive ataupun langsung, lalu tentukan kasus yang ingin diatasi, dalam kasus ini kami menggunakan proyek seperti peluncuran sebuah aplikasi. Adapun Task name-nya sebagai berikut:

ganttsheet1 
Daftar Pekerjaan

Penyelesaian Kasus

Pada gambar di atas terdapat Task Name dimana kolom tersebut merupakan nama tugas yang ingin kita lakukan, lalu Duration merupakan lama waktu Tugas tersebut dilakukan, Start merupakan waktu kerja tersebut dimulai, Finish adalah tanggal tugas tersebut akan selesai, lalu yang terakhir adalah predecessors yaitu kegiatan pendahulu, digunakan untuk memberikan keterangan bahwa Task Name 2 yaitu desain sistem di dahului oleh Task Name 1 yaitu Analisis Kebutuhan User, jadi tanggal akan selalu menyesuaikan si predesesor.

Jika tugas – tugas dari proyek sudah kita jabarkan durasi, start, finish dan predecessorsnya maka chart akan terbuat secara otomatis di bagian kanannya, beginilah output dari gantt chart dalam kasus di atas.

ganttsheet2
Gantt Chart Menggunakan  SmartSheet

Pada gambar di atas terdapat hari, tanggal, bulan dan chart yang menjelaskan secara detail mengenai proyek yang akan dijalankan.

Contoh Kasus Pembuatan Donut Chart Menggunakan Google Chart
Pada bagian Donut Chart ini kelompok kami menggunakan aplikasi Google Chart untuk membuat chart-nya, seperti yang sudah di jelaskan pada bab 2 mengenai pengertian donut chart, donut chart berfungsi untuk mengetahui persebaran populasi, donut chart disajikan seperti donut sesuai dengan namanya.

Kasus

Disini kami akan membuat sebuah contoh kasus mengenai donut chart, dimana contoh kasus yang kita ambil adalah mengenai jumlah populasi fakultas yang ada di Universitas Gunadarma.

Berikut ini adalah kodingan yang digunakan untuk membuat donut chart dengan Google Chart.

HTML

//digunakan untuk memanggil type text yang digunakan adalah javascript
https://www.gstatic.com/charts/loader.js
//sintaks ini merupakan fungsi pemanggil dengan nama donut_chart yang nantinya akan memanggil chart tersebut di java script
dengan lebar 900 dan tinggi 500

JAVASCRIPT

//mengambil package corechart dari library google chart
google.charts.load(‘current’, {‘packages’:[‘corechart’]});
//memanggil package drawchart dari library google chart
google.charts.setOnLoadCallback(drawChart);
//fungsi utama dari program ini dengan nama drawChart
function drawChart() {
//method untuk memanggil visualisasi array dari data table
var data = google.visualization.arrayToDataTable([
//pada bagian awal dari array ini digunakan untuk
memberikan data array 0 untuk nama dan array 1 untuk Jumlahnya
[‘Fakultas Universitas Gunadarma’, ‘Jumlah Jurusan’],
//sebagai data pertama dengan nama Fakultas Teknologi
Industri dengan jumlah 5
[‘Fakultas Teknologi Indutri’, 5],
//sebagai data kedua dengan nama Fakultas Ekonomi dengan 3
[‘Fakultas Ekonomi’, 3],
//sebagai data ketiga dengan nama Fakultas
Psikologi dengan jumlah 1
[‘Fakultas Psikologi’, 1],
//sebagai data keempat dengan nama Fakultas Sastra
dengan jumlah 1
[‘Fakultas Sastra’, 1],
//sebagai data keempat dengan nama Fakultas Teknik Sipil
dan Perencanaan dengan jumlah 2
[‘Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan’, 2],
//sebagian data kelima dengan nama Fakultas Ilmu Komputer
dan Teknologi Informasi dengan jumlah 2
[‘Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi’, 2]]);
//sintaks ini digunakan untuk tampilan dari chartnya
var options = {
//berfungsi untuk memberikan lubang di tengah
chart agar berbentuk seperti donut
pieHole: 0.4,
//mengatur style dari irisan donut chart
pieSliceTextStyle: {
color: ‘black’,
},
legend: ‘donut’
};
var chart =
new google.visualization.PieChart(
document.getElementById(‘donut_single’));
chart.draw(data, options);
}



Berikut adalah hasil dari kodingan yang telah dibuat di Google Chart.
donut-chart-1 
Donut Chart “Persentase Jurusan di setiap Fakultas”

Penjelasan Kasus

Disini kasus yang diambil adalah penyebaran jumlah jurusan pada tiap fakultas yang berada di Universitas Gunadarma, keterangan dari gambar dapat dilihat dari warnanya keterangannya di sebelah gambar.

Gambar di atas merupakan output dari sintaks yang tadi sudah di jelaskan di atas, disini coba kita hitung bagaimana caranya aplikasi tersebut bekerja.

\frac{5}{14} = 0,36 * 360 = 128,57
\frac{3}{14} = 0,22 * 360 = 77,15
\frac{1}{14} = 0,07 * 360 = 25,71
\frac{1}{14} = 0,07 * 360 = 25,71
\frac{2}{14} = 0,14 * 360 = 51,43
\frac{2}{14} = 0,14 * 360 = 51,43

Dari perhitungan di atas di dapat rumus sebagai berikut.

Jumlah jurusan / jumlah keseluruhan data = hasil %
Hasil % (persen) dikali dengan 360.

Pada donut chart ini hasil akhir yang di pakai adalah hanya jumlah jurusan / jumlah keseluruhan data.

Donut chart ini sangat membantu apabila dipakai untuk data yang berskala besar seperti populasi penduduk indonesia di setiap provinsi dan sebagainya.

Contoh Kasus Membuat Donut Chart dengan LibreOffice Calc

Pada bagian sebelumya kita sudah menjelaskan bagaimana membuat sebuah Donut chart dengan menggunakan Google Chart, kali ini kita akan menggunakan satu software lagi yang bernama LibreOffice Calc, pada dasarnya LibreOffice ini sama seperti Microsoft Office hanya saja Libre bersifat open source atau free, jadi kita dapat menggunakan aplikasi ini dengan gratis, disini kami akan mencoba untuk membuat satu contoh kasus lagi untuk di terapkan di LibreOffice Calc untuk pembuatan donut chart, dan kita akan menjelaskan bagaimana cara pembuatannya.

Pertama, selalu siapkan data untuk dibuat chart-nya, karena chart adalah informasi yang berasal dari data. jadi kita harus membuat datanya terlebih dahulu. Berikut ini data mengenai penggunaan browser yang sering digunakan pada saat ini.
donutcalc1 
Statistik Penggunan Browser

Data diatas adalah statistik penggunaan web browser yang digunakan oleh orang – orang, terdapat 5 web browser dalam kategori ini.

Jika data sudah tersaji maka langkah selanjutnya adalah blok data tersebut lalu pilih chart, maka akan muncul chart wizard yang akan menuntun kita membuat chart tersebut, pilih Donut Chart. Seperti gambar di bawah ini.

donutcalc2
Chart Wizard


Disitu terdapat banyak pilihan chart kita dapat membuat chart-chart lainnya dengan aplikasi ini, jika sudah, klik Finish. Maka akan muncul chart seperti gambar di bawah ini.

Donut chart sudah jadi, dari gambar di atas kita dapat melihat informasi secara jelas dari data yang sudah disediakan tadi, dimana penggunaan web browser Mozilla adalah yang paling terbanyak disusul oleh Chrome, Konqueror, lalu yang terakhir adalah Safari.

Contoh Kasus Pembuatan Gantt Chart dengan Google Chart

Pada bagian ini untuk membuat gauge chart kelompok kami menggunakan aplikasi Google Chart dan juga Google Sheet, seperti yang sudah dijelaskan juga pada bab 2 mengenai gauge chart, berfungsi untuk mengetahui sebab akibat dari suatu kasus, dimana chart ini tidak bersifat statis tetapi dinamis yaitu dapat berubah sesuai dengan kondisinya sesuai ketentuan.

Kali ini kita akan menggunakan contoh kasus keterkaitan antara CPU, jaringan, dan memory dalam komputer. Begini sintaks pada google chart-nya.

HTML

//digunakan untuk memanggil type text yang digunakan adalah javascript
https://www.gstatic.com/charts/loader.js
//sintaks ini merupakan fungsi pemanggil dengan namachart_div yang nantinya akan memanggil chart tersebut di java script dengan lebar 400 dan tinggi 120

JAVASCRIPT

//mengambil package gauge chart dari library google chart
google.charts.load(‘current’, {‘packages’:[‘gauge’]});
//memanggil package drawchart dari library google chart
google.charts.setOnLoadCallback(drawChart);
//fungsi utama dari program ini dengan nama drawChart
function drawChart() {
//method untuk memanggil visualisasi dengan tipe array
untuk data table
var data = google.visualization.arrayToDataTable([
//array pertama ini merupakan tempat menyimpan data
dengan definisi Label dan Nilai
[‘Label’, ‘Nilai’],
//array kedua ini merupakan nilai data pertama
dengan Label bernama Memory dan nilainya 80
[‘Memory’, 80],
//array ketiga ini merupakan nilai data kedua dengan
label bernama CPU dan nilainya 60
[‘CPU’, 60],
//array ketiga ini merupakan nilai data ketiga dengan
label bernama Jaringan dan nilainya 68
[‘Jaringan’, 68]
]);
var options = {
//sintaks ini digunakan untuk tampilan dari chartnya
width: 400, height: 120,
//dengan lebar 400 dan tinggi 120
//dan diberi warna merah dari angka 90 sampai 100
redFrom: 90, redTo: 100,
//dan diberi warna kuning dari angka 75 sampai 90
yellowFrom:75, yellowTo: 90,
minorTicks: 5
};
var chart =
new google.visualization.Gauge(document.getElementById(‘chart_div’));
chart.draw(data, options);
//digunakan untuk mengatur interval dari nilai yang
sudah di deklarasikan dalam array tadi
setInterval(function()
{
//rumus dengan method setValue dimana 40 ditambah dengan
60 dikali dengan nilai random
data.setValue(0, 1, 40 + Math.round(60 * Math.random()));
chart.draw(data, options); },
13000);
setInterval(function()
{
//rumus dengan method setValue dimana 40 ditambah dengan
60 dikali dengan nilai random
data.setValue(1, 1, 40 + Math.round(60 * Math.random()));
chart.draw(data, options); },
5000);
setInterval(function()
{
//rumus dengan method setValue dimana 60 ditambah dengan
20 dikali dengan nilai random
data.setValue(2, 1, 60 + Math.round(20 * Math.random()));
chart.draw(data, options); },
26000);
}



Berikut ini hasil yang akan ditampilkan jika kodingan diatas berhasil untuk dijalankan (run).

gauge1 
Gauge Chart “Memory, CPU, Jaringan” ver 1

Gambar di atas merupakan output dari listing program yang terdapat di atas, dalam gambar dapat dilihat bahwa terdapat 3 gauge chart yang berbentuk seperti speedometer, yang pertama yaitu memori, kedua CPU dan ketiga jaringan, dimana masing masingnya sudah di tentukan nilainya tadi di listing program, ketiga komponen ini saling berhubungan dimana memori akan mempengaruhi CPU dan begitupun jaringan, chart ini tidak bersifat statis seperti chart – chart yang lainnya melainkan bersifat dinamis sesuai dengan rumus yang sudah ditentukan pada listing program di atas tadi.

Pada gambar di bawah ini dapat dilihat bahwa output tidak selalu sama hasilnya tetapi dapat berbeda padahal listing program-nya sama, gauge chart sangat membantu kita dalam memecahkan masalah yang saling berkorelasi dan mempengaruhi satu sama lainnya.

gauge2 
Gauge Chart “Memory, CPU, Jaringan” ver2

Gauge Chart Menggunakan Google SpreadSheet

Pada awal tadi kita sudah menggunakan Google Chart untuk membuat Gauge Chart sekarang mari kita coba gunakan aplikasi lain untuk membuat Chart ini disini kami menggunakan Google SpreadSheet fungsinya sama seperti Ms.Excell hanya saja aplikasi ini gratis.

Perbedaan Google Chart dengan Google SpreadSheet yaitu untuk SpreadSheet tidak digunakan coding program seperti Google Chart sehingga kita dapat lebih mudah untuk menggunakannya, hanya sajikan data yang ingin dibuat gauge chart-nya lalu kita akan dapat membuat chart tersebut secara otomatis, disini kami akan menjelaskan bagaimana membuat gauge chart dengan google spreadsheet.

Pertama jabarkan kasus terlebih dahulu di dalam sheet seperti gambar di bawah ini.
gaugesheet1 
Data Gauge Chart pada Sheet

Jika sudah langkah selanjutnya adalah menyisipkan Gauge Chart dengan cara pilih tab sisipkan –> bagan –> pilih gauge chart, maka bagan akan muncul seperti gambar di bawah ini.

gaugesheet2.png 
Gauge Chart “Penjualan dan Pembelian”

Dari gambar di atas kita lihat bahwa chart tidak akan bergerak karena kita belum mengatur min, max, dan nilai dari chart tersebut untuk mengaturnya pilih advance edit yang terdapat di bagian pojok kanan atas dari chart tersebut. Dan kita atur sesuai dengan keinginan kita seperti gambar di bawah ini.

gaugesheet3
Gauge Chart “Penjual dan Pembelian” ver Advance

Sekarang sudah terlihat bahwa penjualan dan pembelian sudah dapat dilihat dengan jelas dan dapat dibaca secara jelas datanya, dimana tanda berwarna merah merupakan titik kritis dimana Penjualan tidak boleh sampai masuk ke angka tersebut dan pembelian pun begitu karena jika pembelian sampai masuk ke angka tersebut barang-barang yang akan dijual tidak akan terpenuhi sehingga usahakan pembelian tetap di angka rata-ratanya, dan untuk penjualan diusahakan untuk melebihi titik kuning karena semakin banyak barang yang terjual maka akan semakin baik.